Tampilkan postingan dengan label Filosofi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filosofi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Desember 2015

Begini Cara Memutar Uang 1 Juta Mejadi 2 Milyar

Beginilah logika dagang yang wajib kita tahu, sehingga bisnis yang kita jalankan, bisa aman, insyaallah.

Logika dagang :
uang 1 juta untuk apa? jawab = modal
uang 10 juta untuk apa? jawab = modal
uang 100 jt untuk apa? jawab = modal
uang 300 juta untuk apa? jawab = modal
uang 500jt untuk apa? jawab = modal
uang 1 Miliar untuk apa? jawab = modal....
kalo 2 Miliar untuk apa? jawab, modal juga....

Modal disini adalah dalam artian cashflow, yang sudah bergerak.

Kok sudah sebanyak itu selalu dijawab untuk modal kerja?... kapan beli rumah? kapan beli mobil baru? kapan liburan? gak kebeli-beli donk rumah?...

1. Jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha, ke dalam aset-aset ril, disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis disektor lain, sebenernya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, anda sewa saja "mobil uber", kemana anda ingin tuju, tapi kalau menikmati mengolah cashflow, uang untuk dibikin bidang-bidang bisnis, itu baru asik, dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.

2. Banyak sekali orang diluar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niatnya biar gaya, itu nomor satu, tapi keluar modal untuk usaha yang akan dibuatnya Rp10 juta saja, mikirnya bukan kepayang, sedangkan membeli handphone seharga Rp10 jt saja dibela-belain kredit, ini adalah mindset kebalik. Menurut saya, dalam logika dagang modal dan terus memperbesar cashflow lah yang menjadi prioritas, sembari terus bertahan, dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.

3. Bisnis itu semacam punya anak, bisnis pertama bisnis kedua, bisnis ketiga, jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya, dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1, dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2, untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3, yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.

4. Jika anda mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dengan lama, uang Rp200 juta, bisa untuk penghasilan anda Rp10 juta - 30 juta setiap bulannya, ditambah lagi, anda ditahun ke 3, uang Rp200 jt tersebut sudah kembali ketangan anda, untuk dibikinkan bisnis lainnya, disanalah orang mulai melihat anda sibuk.

5. Inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda, disanalah sudah sewajarnya apabila anda lihat gedung-gedung tinggi di Sudirman Jakarta, ya mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka, kuncinya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.

6. Kekuatan modal finansial yang tidak di dukung dengan keputusan yang jernih, serta support SDM didalamnya yang baik, dan management yang baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut. So? kalau anda melihat orang yang sudah berdagang, lama, dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana, namun bisa jadi karena, dia mengelola bisnis dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke roda gila cashflow, percuma saja ditanam modal Rp1 milyar, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa di balikin, tinggal bersisa Rp10 jt, namun lain hal dengan orang yang memulai dengan baik usaha di modal Rp10jt, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka Rp500jt bahkan lebih, karena pengelolaannya sangat baik. So... apa yang anda pikirkan dengan usaha anda sekarang?... membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.

7. Banyak orang yang sudah berpengalaman dagang, dengan uang Rp10 jt mereka bisa ciptakan Rp2 jt setiap bulan, alias dengan cashflow Rp100 jt pun Rp20jt setiap bulan didapat, dan seterusnya. Untuk itu lah, apabila anda depositokan uang Rp1M anda di bank, itu hanya dapat sekitar Rp4 juta rupiah tiap bulan, uang anda tidak ada artinya di depositokan. Dari sini lah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito, apakah nama cara itu? nama caranya, berdagang/ berwiraswasta/ berusaha, jadi mengusahakan yang belum ada.

8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis, perusahaan perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional, sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh, dan langsung menyerah, ya... memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat, itu lah saktinya modal yang unlimited. Namun jika anda berusaha/ berdagang, melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yang kuat, jangan patah semangat. Hukum bola salju adalah modal Rp10 jt pun akan jadi modal Rp100jt, jika anda mengelola dengan benar. Tetapi sebaliknya jika anda tanamkan Rp100jt, itu akan menjadi Rp10 jt, cepat atau lambat, selama pengaturan SDM, management anda buruk, karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya itu semua dibiayai dari ujung tombak perusahaan yaitu penjualan. Kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.

9. Sibuk melihat, menakar, mengira-ira, berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan anda untuk mengalahkan anda, tanpa perlu berbuat apa-apa ke anda, karena anda terlalu sibuk dengan lihat lihat tetangga, dan anda tidak paham dengan hukum bola salju. Dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. Ditambah pula anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental anda, kepada kompetitor anda, kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat. Sementara kelemaham modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. Toh kalau posisinya langsung dibalik ke anda. Pun bisa jadi bukan profit yang anda dapat malah hutang yang anda dapat di akhir. Karena, perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan managerial dan softskill anda berkembang (bodoh) lebih tepatnya.

10. Orang jualan koran bekas, bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negri, orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan. Sekarang usaha properti dimana-mana, orang jualan bawang goreng, dimasukan kedalam toples plastik. Sekarang pegang supply ke 2 hotel, orang jualan rak kayu dan aneka display. Sekarang supply ke toko2 besar seperti gramedia, toyskingdom, toyscity, orang jualan... Orang jualan.... Orang jualan... bla bla bla bla bla. Semua kembali ke mengelolanya, memanagennya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar. Kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka anda tidak bisa menemukan kuaci-kuaci di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya,
so, jualan apakah anda?....

11. Seberapa kuat anda ingin sama persis dengan kompetitor anda? memangnya anda mesin foto kopi?, tanggal lahir, jam, tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda, bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis? setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda2, anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya. Apakah itu? cetak saja skor skor an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor anda. Semua ada jalan dan gaya masing-masing, satu-satunya orang yang bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri, bukan orang lain seperti anda.

12. Ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya, adapula tersirat, 1 sukses, 10 yang lainnya ikut terbawa sukses, tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju, karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.

13. Usaha/ dagang yang hebat itu yang mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yang sudah anda pamerkan ke orang-orang dekat sekitar anda dari usaha anda. Percuma anda pamer-pamer tetapi usaha anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup anda. masih adakah usaha anda di 10 tahun kedepan?

14. Anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gak ada modal, gak ada modal, yakin ketika ada modal anda bisa seperti yang anda lihat? Penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, urus saja aktifitas modal anda yg Rp10 jutaan itu dulu (contoh). Semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.

15. Jangan pernah anda melihat gaya konglomerat/ anak konglomerat/ orang besar membuka bisnis, yang langsung menggelontorkan dana ratusan juta, milyaran bahkan puluhan miyar hingga ratusan. Mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke 10, dan sudah diperhitungkan oleh risk management, dan dianalisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi, buat anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2, ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya, lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 milyar untuk jadi si bola salju itu 50 milyar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah, tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. Mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu di jalankan.

16. Inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir-hampir sama, yaitu sama-sama mengusahakan yang belum ada menjadi ada, apakah itu yang belum ada menjadi ada? Yaa... gak usah basa-basi mencla-mencle, jelas lah cashflow, putaran uang, didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jualbeli itu lah. Dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta. Dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100juta. Sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta?... Nah kalau anda main 100 jt, anda ambil yang menjadi hak anda 10-20 juta, sah toh? Sahhhhhhh.... Belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta, bahkan dulu main 100 jt, sekarang main 100 jt aja. Si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju. Dalam artian usahanya stagnan. Kalau diawal anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, anda ini sedang mengusahakan apa toh?.

Masih percayakah anda terhadap hukum bola salju?

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10153431289186461

http://belajarhidupsehatnews.blogspot.co.id/2016/02/hebat-logika-dagang-fantastis-begini.html?m=1

Minggu, 25 Januari 2015

Matematika Kehidupan

MATEMATIKA KEHIDUPAN

Jika :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Sama Dengan :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Maka :
H+A+R+D+W+O+R+K / Kerja Keras :
8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

K+N+O+W+L+E+D+G+E / Pengetahuan :
11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96%

L+O+V+E / Cinta :
12+15+22+5 = 54%

L+U+C+K / Keberuntungan :
12+21+3+11 = 47%

Tidak ada yang membuatnya jadi 100%.
Lalu apa yang membuatnya 100%..???

Apakah MONEY..? NO..!!!
M+O+N+E+Y =
13+15+14+5+25 = 72%

Leadership..? NO..!!!
L+E+A+D+E+R+S+H+I+P =
12+5+1+4+5+18+19+8+9+16 = 97%

Setiap masalah ada solusinya, hanya jikalau kita mungkin menggantinya dengan "ATTITUDE" / Sikap :
A+T+T+I+T+U+D+E =
1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

Maka ATTITUDE / SIKAP kita dalam menjalani kehidupan dan Pekerjaan yang akan membuat hidup kita menjadi 100% sukses...!!!

SEMOGA BERMANFAAT...

Selasa, 20 Januari 2015

Investasilah dengan Uang Bebas

INVESTASILAH dengan UANG BEBAS atau UANG LEBIH ANDA. Gunakan uang lebih untuk berinvestasi.

Kalimat diatas sering sekali kita dengar bahkan mungkin diantara kita sudah melakukan sesuai dengan kalimat diatas. Tetapi banyak yang masih bingung seperti apa sih itu uang bebas atau uang lebih? Dan pertanyaan lainnya adalah mungkin dengan uang yang terbatas kita masih sanggup menciptakan uang bebas atau uang lebih itu?

Mari kita bahas.

UANG BEBAS atau uang lebih sebenarnya adalah uang sisa dari pengurangan pemasukan dengan pengeluaran kita, sehingga kita mendapatkan uang lebih atau bebas yang dapat kita gunakan untuk sesuatu yang lain dengan tujuan dalam rangka menambah pundi-pundi kantong uang kita.

Jadi rumus nya kurang lebih begini :
Uang BEBAS atau Uang LEBIH = PEMASUKAN - PENGELUARAN.

Nah timbul pertanyaan selanjutnya, kalau uang bebas adalah sisa dari pemasukan dikurangi pengeluaran, bagaimana kalau hasil pengurangan itu adalah negatif artinya KURANGGGGG hik2. :(

Mungkin gak kita ciptakan uang bebas kalau selama ini mengalami kekurangan?

Jawaban nya adalah sangat mungkin. Bagaimana caranya?

Pertama-tama tentu kita perlu melihat pada kemampuan kita dalam bertahan ditengah kekurangan yang terjadi, terutama dalam hal keuangan. Sebaiknya Anda tuliskan dalam secarik kertas.

Ajukan kembali pertanyaan-pertanyaan dibawah ini kepada diri Anda sendiri:

1. Berapa besar gaji pertama Anda?

2. Berapa besar gaji Anda saat ini?

3. Bagaimana Anda dapat bertahan hidup dengan gaji pertama Anda?

4. Bagaimana Anda dapat bertahan hidup dengan gaji saat ini?

5. Apakah keperluan Anda selalu bertambah setiap kali kenaikan gaji Anda? Mengapa?

6. Setiap kali kekurangan dana, apa yang Anda lakukan? Hutang atau bertahan?

Lihat kembali jawaban Anda. Apa yang membuat Anda selalu kekurangan dana atau sebenarnya Anda dapat memiliki uang bebas atau lebih yang cukup untuk investasi?

Dapatkah Anda melihat kemampuan Anda bertahan pada saat-saat kritis keuangan Anda?

Artinya setiap manusia sebenarnya sangat mahir dalam memutar otak atau pun bertahan dalam keadaan serba kekurangan sekalipun, kita mampu untuk keluar dari semua kesulitan yang menghimpit kita.

Hanya saja, sejalan dengan kenaikan pemasukan kita, sering kita juga menaikkan tingkat hidup kita dengan sesuatu yang lebih kepada KEINGINAN daripada KEBUTUHAN.

Lebih baik berkorban hari ini, daripada menderita dikemudian hari. Akan lebih baik menderita dalam waktu beberapa saat, daripada harus menderita dalam waktu yang lebih lama lagi.

Lalu bagaimana kita perlu memulai nya? Para perencana keuangan selalu menggunakan rumus sederhana sebagai langkah awal untuk mendapatkan uang lebih, yaitu rumus 1 2 3 4.

Rumus itu adalah sebuah cara melakukan alokasi dana, pada saat pertama kali menerima pemasukan atau gaji kita. Yang perlu kita lakukan pertama adalah MENYISIHKAN LALU HABISKAN SISANYA, jangan terjadi sebaliknya, HABISKAN LALU TABUNG SISA NYA. Mana yang saat ini Anda lakukan?

Rumus 1 2 3 4 artinya adalah:

1. Sisihkan 10% pemasukan Anda untuk kegiatan sosial keagamaan.

2. Sisihkan 20% untuk kegiatan investasi.

3. Sisihkan 30% untuk cicilan bermanfaat atau hutang yang baik, seperti cicilan rumah, dll.

4. Habiskan 40% untuk kegiatan sehari-hari seperti uang dapur, uang transpor, dll.

Dari penjabaran diatas, dapat kita lihat bahwa komposisi dari konsumsi sebenarnya masih jauh lebih besar daripada komposisi investasi. Tetapi dengan mendisplin kan diri kita maka kita akan belajar untuk melihat antara kebutuhan dan keinginan.

Dengan penjabaran diatas kita bisa lihat bahwa uang bebas atau lebih kita, adalah sebesar 20% dari pemasukan kita, kenapa kita dapat melakukannya? Karena kita MENYISIHKAN LEBIH DAHULU dan membuat perencanaan dari awal bukan sejalan dengan waktu.

Dengan menyisihkan maka kita belajar untuk bersusah-susah dahulu, dan bersenang-senang kemudian. Sejalan dengan kedisplinan kita dalam mengelola dana tersebut, maka akan semakin mahir pula kita melakukan peningkatan dalam hal porsi investasi daripada konsumsi.

Jadi tidak ada alasan bahwa kita tidak dapat membuat atau menyediakan uang lebih atau bebas, untuk membuat masa depan keuangan kita jauh lebih nyaman dari saat ini.

Semoga bermanfaat.

Senin, 19 Januari 2015

Kata Inspiratif Bob Sadino Untuk Berbisnis


Berikut adalah kumpulan kata bijak Bob Sadino yang saya kumpulkan di website ini dari berbagai sumber.

Melupakan Tuhan – Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

  1. Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.
  2. Miskin keberanian untuk memulai – Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
  3. Telalu Pandai Menganalisis – Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.
  4. Ingin Cepat Sukses – Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.
  5. Tidak Berani Mimpi Besar – Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa dicapai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.
  6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi – Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.
  7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai – Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.
  8. Maunya Dikerjakan Sendiri – Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.
  9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan – Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.
  10. Tidak Fokus – Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.
  11. Tidak Peduli Konsumen – Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah OKE berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh”? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
  12. Abaikan Kualitas – Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas itu keliru. Sedangkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu, makanya tidak menerima kritik tentang kualitasnya.
  13. Tidak Tuntas – Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.
  14. Tidak Tahu Pioritas – Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh”? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas.
  15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas – Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Di lain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas
  16. Mencampuradukan Keuangan – Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.
  17. Mudah Menyerah – Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.
  18. Melupakan Keluarga – Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga.
  19. Berperilaku Buruk – Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.
  20. Ilmu Tidak Terbatas – Ilmu memang berserakan dimana-mana diseluruh muka bumi ini, jauh lebih banyak dibanding yang ada dalam gedung sekolah atau kampus. Bahkan seekor ayam pun bisa memberikan ilmu [dan inspirasi] yang sangat berharga
  21. Memperkerjakan Bukan Melamar Pekerjaan – Orang bodoh sulit mendapat pekerjaan sehingga dia terpaksa buka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya agar semakin sukses dia harus merekrut orang pintar. Alhasil orang bodoh tadi jadi bosnya orang-orang pintar.
  22. Secepatnya beraksi, tanpa perlu sertifikasi – Orang pintar belajar keras untuk mendapatkan ijazah dan secepat mungkin melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras secepatnya mendapatkan uang, agar bisa membayar pelamar kerja.
  23. Jangan Pikirkan, Tapi Lakukan – Anda berpikir seribu mil, wah pasti terasa jauh. Sedangkan saya tidak pernah berpikir karena hanya melakukan selangkah saja. Ngapain pakai mikir kan hanya selangkah.
  24. Kunci Sukses – Ketika ditanya, apa kunci sukses Anda agar orang-orang bisa belajar dari Anda. Orang-orang tanya kunci sukses? Memangnya sukses hanya sebuah kunci? Sesederhana itu?
Saya tidak bisa menceritakan apa-apa karena saya tidak mau mereka menjadi saya. Mereka tidak tahu kepahitan yang harus saya telan. Kalo saya beri nasihat ke mereka, masa saya bilang “telanlah kepahitan itu!”

Saya tidak mau karena saya tidak mau merendahkan mereka. Ketika Anda meniru jejak saya, Anda tak lebih dari mesin fotokopi. Saya tidak mau Anda jadi fotokopi saya. Jadilah diri sendiri.

Hina sekali Anda jadi fotokopinya Bob Sadino. Kalau ada orang yang bertanya pada saya, saya bilang “Ya jalankan saja. Alami saja pengalaman yang Anda alami. Saya tidak mau dia mengalami pengalaman yang saya alami karena bukannya tidak mungkin pengalaman saya selama ini hanya pengalaman pahit.
Masa saya hanya membagi pengalaman pahit?

Bagi saya, apapun bisa jadi peluang. Orang seperti saya melihat peluang tidak ada batasnya. Batasnya langit, tidak ada batasnya. Tergantung Anda, semua jadi peluang. Jadi mungkin bisa sejuta peluang atau semilyar peluang.

Batasnya langit, itulah peluang bagi saya.[\]

sumber:
http://berkhasiat.web.id/171-kata-bijak-bob-sadino/

foto:
Kompas/Arbain Rambey